Laman

Minggu, 12 April 2015

Informasi Penting Penyakit Tipus

Penyakit tipus atau typoid sangat penting untuk dikenali sejak awal, jangan sampai terlambat penanganannya. Situs Meetdoctor.com memaparkan informasi mengenai tipus.

Tentang Typhoid (Tipus)

Typhoid atau lebih dikenal dengan tipus, tifus atau tipes adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan juga Salmonella paratyphi.
Penderita yang terkena tipus akan mengalami demam tinggi, pusing, nafsu makan menurun hingga diare. Tipus dapat menular melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi penderita. Selain dengan antibiotik yng berguna sebagai obat, penderita tipus dapat menyuntikkan vaksin ke tubuh mereka meski bersifat sementara. Vaksin tersebut hanya diberikan kepada penderita atau kepada mereka yang melakukan perjalanan pada wilayah yang sedang marak terjadi tipus.

Gejala Typhoid (Tipus)

Masa inkubasi tipus berkisar antara 1-2 minggu, dengan durasi waktu penyakit berkisar antara 4-6 minggu.  Gejala yang biasanya dialami sebelum mengalami tipus adalah sebagai berikut :
  • Demam tinggi antara 39,4-40C
  • Pusing
  • Mudah letih
  • Gangguan tenggorokan
  • Sakit pada bagian perut
  • Diare atau sembelit
  • Ruam pada kulit
  • Nafsu makan berkurang
  • Pendarahan usus

Penyebab Typhoid (Tipus)

Berikut beberapa penyebab terjadinya tipus :
  • Bakteri Salmonellae typhi
  • Makanan atau minuman yg terkontaminasi dari penderita tipus
  • Berada pada daerah yang menjadi wabah tipus

Faktor Resiko Typhoid (Tipus)

Penyakit ini paling banyak terjadi di negara-negara seperti India, Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan. Tipus paling sering terjadi pada anak-anak. Gejala yang mereka alami biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Meski berada pada daerah yang jarang terjadi tipus, virus ini dapat saja tetap menghinggapi tubuh manusia.
Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya tipus :
  • Bekerja atau bepergian ke daerah dengan wabah tipus
  • Bekerja sebagai peneliti mikrobiologi yang mengamati bakteri Salmonella typhi
  • Berinteraksi langsung dengan penderita tipus atau baru saja selesai menderita tipus
  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh akibat obat tertentu seperti kortikosteroidatau penyakit seperti HIV/AIDS
  • Minuman Anda terkontaminasi bakteri Salmonella typhi

Komplikasi Akibat Typhoid (Tipus)

Komplikasi serius yang mungkin terjadi akibat tipus adalah pendarahan yang biasanya muncul pada minggu ketiga. Selain itu, terjadi pula pendarahan usus yang ditandai dengan penurunan tekanan darah, yang diikuti dengan munculnya darah pada tinja. Kematian akibat tipus dapat terjadi akibatinfeksi berat, pneumonia, perdarahan usus, atau perforasi usus.
Selain itu, berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin terjadi saat menderita tipus :
  • Pembengkakan pada otot jantung
  • Pneumonia
  • Pembengkakan pada pankreas
  • Infeksi ginjal atau kandung kemih
  • Infeksi tulang belakang (osteomyelitis)
  • Infeksi dan pembengkakan pada membran (meningitis)
  • Permasalahan mental seperti halusinasi, paranoid dan delirium

Diagnosa Typhoid (Tipus)

No Content

Pengobatan Typhoid (Tipus)

Pengobatan tipus dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik. Meski sifatnya tidak permanen, antibiotik ternyata mampu mengurangi angka kematian 1-2 persen. Antibiotik yang diberikan akan berbeda dan tergantung pada wilayah geografis letak bakteri ditemukan. Bagi mereka yang akan bepergian ke daerah yang menjadi wabah tipus, dapat menggunakan vaksin sebagai pencegahan.

Pencegahan Typhoid (Tipus)

Pemberian vaksin masih dianggap cara terbaik untuk mencegah terjadinya tipus. Biasanya pemberian vaksin dilakukan sebanyak dua kali. Vaksin pertama diberikan sebanyak satu dosis, dan sisanya diberikan melalui mulut setelah beberapa hari.  Vaksin tidak melindungi seseorang 100 persen dari tipus, karena sifat vaksin yang akan berkurang keefektivitasannya dari waktu ke waktu.
 
Jika Anda sedang berada dalam daerah yang berkembang virus tipus, sebaiknya Anda melakukan hal berikut guna pencegahan tipus :
  • Mencuci tangan secara benar dan teratur
  • Hindari mengonsumsi minuman yang tidak jelas kebersihannya
  • Hindari buah dan sayuran mentah
  • Pastikan makanan yang Anda konsumsi panas/hangat dan baru saja dimasak.

Sedangkan jika Anda baru saja terpapar virus penyakit ini, hendaknya Anda melakukan hal berikut sehingga tidak menyebarkannya kepada orang lain :
  • Mencuci tangan dengan lebih sering. Gunakan air hangat, dan sabun terutama sebelum Anda menikmati makanan.

  • Bersihkan peralatan rumah tangga Anda seperti wc, gagang pintu, telepon, dsb.
  • Hindari untuk bertanggungjawab terhadap penyediaan makanan. Pastikan Anda mendapat persetujuan dari dokter untuk boleh melakukan sentuhan terhadap makanan yang disajikan untuk orang lain.

  • Gunakan peralatan Anda sendiri, dan pastikan seluruhnya bersih dan terawatt sehingga tidak menyebarkannya kepada orang lain.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar